Apa Itu Tennis Elbow? Bagaimana Cara Mengatasi Gejalanya?

Tennis elbow adalah nyeri serta peradangan pada sendi di bagian sisi luar siku. Kondisi ini terjadi akibat adanya tekanan berlebihan pada otot dan tendon (jaringan ikat yang menghubungkan otot dengan tulang) di lengan bawah sekitar siku. Penderita tennis elbow mengalami rasa nyeri saat meluruskan lengan. Dalam dunia medis, tennis elbow juga dikenal dengan sebutan lateral epicondylitis. Dalam kondisi nyatanya, terdapat gejala lain yang dirasakan. Semua itu juga bisa diatasi.

Berbagai Gejala Tennis elbow

Gejala yang biasanya dirasakan penderita tennis elbow adalah terasa nyeri di sisi luar siku dan menjalar sampai ke lengan bawah serta pergelangan tangan. Gejala ini dapat berlangsung dalam jangka waktu 6 bulan sampai 2 tahun. Gejala ini sifatnya bertahap dan bermula dari nyeri ringan. Seiring berjalannya waktu akan memburuk sampai terasa sakit dan sangat mengganggu. Meskipun demikian, umumnya penderita akan sembuh dalam waktu satu tahun.

Nyeri yang dirasakan penderita tennis elbow dapat dirasakan ketika melakukan aktivitas tertentu. Aktivitas yang dimaksud adalah mengangkat, menekuk, ataupun meluruskan lengan. Rasa nyerinya akan terasa juga ketika menggenggam, menulis, dan berjabat tangan. Kegiatan memutar pergelangan tangan tentu juga terasa nyeri, misalnya saat memutar kenop pintu ataupun membuka toples.

Gejala nyeri yang dirasakan tersebut tidak akan menyebabkan gangguan kesehatan serius. meski demikian, jangan dibiarkan begitu saja karena gejala ini akan mengganggu aktivitas Anda sendiri dan waktu sembuhnya semakin lama. Untuk itu, tetaplah periksakan ke dokter jika tak kunjung sembuh dan lengan jadi lemah atau kaku, meski sudah diobati dengan pereda nyeri.

Cara Mengatasi Tennis Elbow

Setiap gejala yang dirasakan harus diatasi secepatnya agar segera sembuh. Kondisi tennis elbow adalah peradangan ringan yang bisa cepat disembuhkan dengan penanganan efektif. Dalam sebagian besar kasusnya, gangguan ini bisa disembuhkan tanpa operasi. Penderita disarankan untuk mengistirahatkan otot serta tendon di area siku. Penderita juga harus mengompres area siku yang terasa nyeri menggunakan kantong es agar rasa nyerinya bisa berkurang. Peradangan yang dirasakan bisa mereda.

Dokter juga meresepkan obat medis, seperti obat pereda rasa nyeri dan pembengkakan akibat peradangan yang terjadi. Metode lebih lanjut yang diberikan dokter jika beberapa upaya di atas belum memberikan hasil adalah melakukan fisioterapi untuk pasien. Melalui fisioterapi, pasien dilatih melakukan gerakan bervariasi. Tujuan fisioterapi ini adalah untuk meregangkan serta menguatkan otot lengan secara bertahap. Salah satu gerakannya adalah latihan eksentrik, yaitu gerakan menekuk pergelangan tangan ke atas dan menurunkannya secara perlahan.

Selain fisioterapi, terapi lain untuk menyembuhkan tennis elbow adalah melakukan ultrasound atau shock wave therapy. Kedua jenis terapi ini memakai gelombang suara yang berfrekuensi tinggi di area yang terasa nyeri. Tujuannya untuk mengurangi peradangan serta mempercepat proses penyembuhan. Terapi lain yang bisa dilakukan adalah memberikan suntikan platelet rich plasma (PRP), yaitu serum dari darah pasien sendiri dan sudah melalui proses khusus atau disebut juga dengan suntikan kortikosteroid.

Jika seluruh metode di atas tidak mampu meredakan gejala setelah kurun waktu 6-12 bulan, maka dokter menyarankan prosedur bedah. Tindakan bedah bisa dilakukan secara artroskopi ataupun dengan metode bedah terbuka. Kedua metode bedah tersebut bertujuan mengangkat jaringan mati serta menghubungkan lagi otot yang masih sehat ke tulang.

Setelah operasi selesai, pasien diminta mengenakan penyangga lengan guna mengembalikan kekuatan dan kelenturan otot. Meski demikian, perlu diketahui juga bahwa keberhasilan operasi tennis elbow adalah 80%-90%, sehingga masih terdapat risiko pasien mengalami penurunan kekuatan pada otot lengan. Fakta ini sesuai dengan penjelasan di alodokter.com.

Mengetahui berbagai gejala dan penanganan tennis elbow di atas, Anda harus lebih berhati-hati lagi dalam menjaga kesehatan otot. Jangan bekerja berlebihan dan tetap menggunakan prosedur yang benar agar tidak mengalami cedera. Beragam fakta tentang peradangan otot siku di atas juga perlu diketahui agar bisa mencegah ataupun menangani dengan tepat.

 

Sumber artikel:

www.alodokter.com

hellosehat.com

www.halodoc.com

 

Sumber gambar:

www.orthoatlanta.com

nl.wikihow.com

 

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>