Ketahui Cara Tepat Membangun Septic Tank dari Buis Beton

Septic tank menjadi salah satu hal penting yang perlu dibuat di tiap rumah. Hal ini karena fungsinya sendiri adalah untuk tempat penampungan kotoran yang berasal dari water closet. Apabila zaman dulu, ketika penggunaan toilet masih minim teruma di desa-desa, pembangunan tank kotoran ini  mungkin hanya di beberapa rumah dan dianggap kurang penting. Namun, ketika zaman semakin modern, di saat tiap rumah sudah memiliki toilet dan lahan semakin menyempit, maka keberadaannya tentu sangat dibutuhkan.

Variasi dalam pembuatannya pun sudah bermacam-macam, tapi yang paling umum sekarang ini adalah yang dibuat dengan buis beton. Berikut ini adalah langkah-langkah dan beberapa hal yang harus dipersiapkan untuk membuat dari buis beton.

Bahan yang Harus Disiapkan dan Cara Tepat Membuat Septic Tank Buis Beton

Buis beton yang digunakan sendiri biasanya berbentuk seperti pipa. Seperti namanya, benda ini terbuat dari beton, biasanya beton precast dan di dalamnya terdapat serangkain besi untuk membuat buis beton ini memiliki bentuk yang kokoh. Selain untuk pembuatan Septic Tank Biotech, buis beton biasanya untuk saluran air, sumur dan masih banyak lagi. Ukurannya pun berbeda-beda, ada yang berdiameter 20, 60, 80 hingga 100 cm.

Namun, untuk membuat tempat penampungan ini, biasanya digunakan yang berukuran 80 x 100 cm, tapi perhatikan juga seberapa besar lahan di rumah Anda. Apabila cukup besar, maka tidak apa-apa menggunakan buis beton 80 x 100 cm, tapi jika terlalu sempit, cukup pakai 60 x 100 cm. Setelah itu, perhatikan langkah-langkah berikut ini:

  1. Galilah 2 lubang di halaman rumah Anda, entah di halaman depan atau belakang. Sesuaikan saja dengan letak toilet, usahakan jauh dari sumur supaya tidak mencemari air sumur nantinya.
  2. Beri jarak sekitar 50 cm pada masing-masing lubang.
  3. Kemudian masukkan buis beton ke dalam masing-masing lubang. Biasanya satu lubang diberi 3 hingga 4 buis beton.
  4. Setelah itu, beri sekat pada masing-masing buis beton memakai batu bata maupun ijuk. Tapi biasanya sekarang orang-orang lebih sering memakai batu bata.
  5. Baru kemudian membuat saluran yang akan mengalirkan kotoran dari toilet.
  6. Gunakan paralon dengan ukuran besar supaya kotoran bisa cepat masuk dan menghindari penyumbatan.
  7. Baru setelah itu lakukan uji coba. Hal ini penting supaya mengetahui apakah berfungsi dengan baik atau tidak.
  8. Apabila sudah beres, silahkan menutup dua lubang tersebut menggunakan tutup buis beton.
  9. Pada salah satu lubang yang difungsikan sebagai resapan, beri sebuah pipa yang mengarah ke atas untuk memberi udara pada lubang. Hal ini karena kotoran menghasilkan beberapa zat kimia yang jika tersumbat terus akan menghasilkan ledakan, sehingga penting untuk membuat saluran udara.

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>